Tips Memilih Asuransi Yang Paling Cocok Untuk Para Lajang

Bukan rahasia lagi bahwa memilih jenis asuransi yang tepat bisa membingungkan seseorang. Ada yang bilang asuransi jiwa lebih baik, tapi di sisi lain, asuransi kesehatan dianggap lebih masuk akal. Pada dasarnya kedua asuransi tersebut sama-sama baik dan bermanfaat bagi Anda. Tapi ada juga perbedaannya. Mari kita cari tahu lebih lanjut tentang kedua jenis asuransi ini.

  • Asuransi jiwa

Asuransi jiwa memberi kita perlindungan terhadap kerugian finansial akibat kematian atau catatan permanen dan lengkap. Asuransi ini memiliki banyak keuntungan karena uang pertanggungan dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

  • Asuransi Kesehatan

Berbeda dengan asuransi jiwa, asuransi kesehatan melindungi nasabah dari kerugian finansial yang terkait dengan risiko penyakit dengan mengkompensasi biaya pertanggungan. Selain itu, asuransi kesehatan dapat digunakan untuk menanggung biaya perawatan gigi, kehamilan, dan risiko kesehatan lainnya.

Pilihan asuransi kesehatan juga beragam. Ada yang mengganti biaya rawat inap, rawat jalan, dan tunjangan tunai.

Mana yang lebih baik?

Sekarang Anda sudah tahu definisinya, mana yang terbaik untuk para lajang? Keduanya sama pentingnya.

Setiap orang di dunia ini harus mati, bukan? Masalahnya adalah kita tidak tahu kapan kita akan mati. Artinya asuransi jiwa itu penting. Asuransi jiwa juga dapat menanggung biaya penyakit yang mungkin terjadi sebelum kematian, serta warisan keluarga yang tersisa.

Asuransi kesehatan penting untuk mengurangi biaya perawatan kesehatan. Asuransi ini dapat digunakan berulang kali dan sangat membantu dalam menekan biaya bila biaya pengobatan relatif tinggi.

Jika keduanya penting, Anda harus memiliki semuanya, bukan? Apa yang terjadi jika penghasilan bulanan Anda tidak cukup untuk membayar premi? Santai dan pertimbangkan poin-poin berikut yang ditunjukkan Lifepal di bawah ini.

1. Ketahui biaya asuransi Anda

Sebelum mengambil asuransi, tentukan dulu berapa banyak yang ingin Anda asuransikan setiap bulan. Tentunya penghasilannya tidak hanya terfokus pada asuransi, tapi juga tabungan dan investasi.

Premi asuransi tentu saja tergantung dari besarnya pertanggungan asuransi. Namun secara umum, biaya premi asuransi kesehatan lebih tinggi daripada biaya asuransi jiwa. Karena itu, sebelum mengambil asuransi, tentukan dulu biayanya.

2. Apakah Anda memiliki dana cadangan?

Apakah Anda memiliki dana cadangan? Jika Anda pendek atau pendek, prioritaskan prioritas Anda terlebih dahulu untuk menghemat uang.

Mengapa? Karena Anda bisa menggunakan mesin kasir darurat untuk mengetahui apakah Anda hanya membutuhkan asuransi kesehatan atau jiwa.

Padahal, dana darurat juga bisa digunakan untuk biaya pengobatan. Dengan demikian, dana cadangan akan berdampak pada keputusan asuransi Anda.

3. Apakah Anda termasuk orang yang mudah sakit atau pergi ke rumah sakit?

Jika hati sakit, tidak ditanggung asuransi kesehatan saudara (sakit jantung / perawatan jantung)

Pertanyaan ini juga patut ditanyakan. Jika Anda sakit selama lima tahun terakhir, Anda memerlukan asuransi kesehatan. Apalagi jika Anda adalah klien rumah sakit.

Tetapi jika Anda melalui yang sebaliknya, maka asuransi jiwa cocok untuk Anda. Anda bisa membeli asuransi penyakit kritis.

4. Apakah Anda memiliki anggota yang bergantung?

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang bergantung, seperti pasangan atau anak, asuransi jiwa cocok untuk Anda. Dengan asuransi jiwa, Anda dapat menebus pendapatan yang hilang dan memenuhi kebutuhan hidup Anda jika terjadi kematian atau cacat permanen.

Tahukah Anda asuransi mana yang tepat untuk Anda, terutama bagi mereka yang tetap gratis setelah membaca artikel ini? Kondisi atau kondisi kesehatan yang berbeda tentunya berbeda dengan asuransi.

Semoga ini bisa membantu, jangan salah pilih asuransi.

 

Artikel Terkait : Asuransi Apa Yang Tepat Untuk Gen Z?